Showing posts with label 8. Show all posts
Showing posts with label 8. Show all posts

Saturday, October 26, 2013

8 Tips Cara Sehat Minum Kopi

Siapa sih yang tak kenal kopi? Minuman yang memiliki aroma dan rasa yang khas, apalagi kopi dari Indonesia yang memiliki cita rasa yang tinggi dan digemari di seluruh dunia.


Namun, dibalik kenikmatannya, mengkonsumsi kopi secara berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan. Oleh karena itu, simak tips berikut ini agar menikmati kopi tidak sampai mengganggu kesehatan anda:


1. Dosis
Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat.

2. Sinyal Bahaya
Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru.

3. Dengarkan Respon Tubuh
Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri!

4. Kenali Kandungan Caffeine
Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala.

Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine.

Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung.

5. Coffee Mix
Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

6. Rokok dan Kopi

Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho…


7. Kelompok Anti-Kopi
Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi!


8. Check Up
Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya.



Topik Lainnya: kesehatan, tips,  tips kesehatan,  sains

Gempa 8 9 SR dan Tsunami Hantam Jepang

Gempa berkekuatan 8,9 skala Richter mengguncang wilayah timur laut Jepang. Gempa diikuti dengan gelombang tsunami setinggi empat meter yang menyapu wilayah pesisir Jepang.

Associated Press melaporkan, Jumat 11 Maret 2011, 
gempa mulai terasa pada pukul 14.46 waktu setempat. Sekitar 30 menit kemudian, terjadi gempa susulan berkekuatan 7,4 SR, berpusat di 130km sebelah timur Sendai, Honshu, atau 373km tenggara Tokyo pada kedalaman 24km. Badan Survei Geologi AS menilai bahwa gempa pertama berkekuatan 8,9 SR. 

Badan Meteorologi Jepang kemudian mengeluarkan peringatan tsunami di seluruh pesisir timur Jepang, yang menghadapi Samudera Pasifik, 
khususnya yang berada dekat dengan episentrum.  Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii menyatakan bahwa peringatan tsunami juga berlaku di Rusia, Pulau Marcus, dan Kepulauan Mariana.

Peringatan waspada tsunami juga dikeluarkan untuk Guam, Taiwan, Filipina, Indonesia, dan negara bagian Hawaii, AS. Penduduk ibukota Jepang, juga merasakan guncangan gempa.


Dilaporkan juga, tsunami  menyapu kapal, mobil, dan bangunan. Tayangan televisi menunjukkan gelombang air berlumpur menyapu lahan pertanian di dekat kota Sendai, dan membawa bangunan.

"Ini adalah gempa besar yang langka, dan kerusakan cepat bisa naik dalam hitungan menit," kata Junichi Sawada, pejabat Badan Penanggulangan Bencana. Hingga saat ini nilai kerusakan dan korban jiwa masih terus dicermati.



Berdasarkan data Badan Meteorologi Jepang, gempa yang terjadi merupakan terdahsyat dalam kurun 140 tahun terakhir. Skalanya melampaui gempa besar di Kanto, Honshu, 1 September 1923. Saat itu, gempa yang membunuh sedikitnya 140 ribu warga di kawasan Tokyo hanya berkekuatan 7,9 SR.

Sebagai gambaran betapa dahsyatnya gempa kali ini, jika dibandingkan dengan gempa besar Kobe yang terjadi pada tahun 1995 lalu, skalanya jauh lebih besar. Ketika itu gempa Kobe hanya mencapai 7,2SR. Padahal, gempa Kobe memicu kerugian ekonomi hingga US$100 miliar dan diklaim sebagai bencana alam paling mahal sepanjang sejarah negeri Sakura.

Sama seperti Indonesia, Jepang merupakan salah satu negara yang sering mengalami gempa bumi karena terletak di wilayah lingkar api Pasifik. Bagi negara-negara di kawasan tersebut, gempa dengan skala besar bukanlah hal yang aneh.

Di negeri matahari terbit itu, menurut Kevin McCue, seismolog dan profesor dari Central Queensland University di Canberra, Australia, tujuh gempa bumi dengan magnitudo 8 skala richter telah mengguncang Jepang sejak tahun 1891 lalu.

Dan sama seperti beberapa gempa dahsyat terdahulu, gempa 11 Maret 2011 ini disebabkan oleh dorongan patahan (thrust faulting). Dalam kondisi demikian, bebatuan yang terletak di bagian bawah kerak bumi didorong ke atas lapisan lempeng bumi lainnya.

Dorongan ini terjadi di sepanjang atau di dekat perbatasan lempeng Pasifik, sebuah lempeng tektonik yang ada di dasar samudera Pasifik yang terus bergerak. Dan alasan mengapa frekuensi gempa dahsyat lebih tinggi di Jepang dibandingkan dengan di kawasan lain adalah karena laju pergerakan lempeng Pasifik di sekitar negeri itu lebih tinggi dibanding dengan di kawasan lain.



Menurut Pacific Tsunami Warning Center, arus tsunami yang dipicu gempa dahsyat di Sendai itu akan mengalir ke sejumlah negara lain khususnya mereka yang berada di kawasan samudera Pasifik. Mulai barat hingga tenggara Asia, Selandia Baru sampai negara di kawasan timur Amerika.

Meski demikian, tinggi tsunami yang mencapai sekitar 10 meter di Jepang tidak sampai merusak di kawasan-kawasan lain. Di Taiwan, peringatan tsunami telah dicabut karena gelombang tidak sampai mengakibatkan kerusakan. Namun penduduk di pesisir tetap diminta waspada akan adanya gelombang yang akan datang.

Di Indonesia, gelombang tsunami juga sudah tiba di wilayah Bitung (Sulawesi Utara) dan Halmahera (Maluku Utara). Beruntung, ketinggian gelombang tsunami di dua wilayah itu hanya sekitar 10 sentimeter. Adapun di kawasan Papua, ketinggian tsunami juga hanya sekitar 40 sentimeter.

Di Filipina, pemerintah mengevakuasi lebih dari 90 ribu warga yang tinggal di pesisir sejak Jumat sore. Menurut Jukes Nunez, petugas operasional dari Albay public safety and emergency management office south of Manila pada Wall Street Journal, pihaknya memperkirakan gelombang akan terus datang selama beberapa jam setelah gelombang pertama hadir dengan gelombang tertinggi akan mencapai sekitar satu meter.

Di Selandia Baru, aparat terkait memperingatkan bahwa jika tsunami terjadi, ia bisa tiba di kawasan utara negeri itu hingga Sabtu pukul 6 pagi hari waktu setempat. Negara itu tengah berupaya pulih dari bencana gempa bumi yang memporakporandakan Christchurch, kota terbesar kedua mereka pada bulan lalu.