Showing posts with label kisah. Show all posts
Showing posts with label kisah. Show all posts

Thursday, December 19, 2013

7 Kisah Hantu Paling Populer di China

1. Ba jiao gui

 Ba jiao gui secara harfiah diartikan sebagai hantu pisang. Hantu wanita yang tinggal di pohon pisang ini akan muncul sembarai meratap pada malam hari, kadang-kadang sambil membawa bayi. Dalam beberapa cerita rakyat dari Thailand, Malaysia dan Singapura, orang-orang senang meminta nomor undian dari hantu itu dengan harapan memenangkan undian.

Mereka akan mengikat benang merah mengelilingi batang pohon dan menempelkan jarum di dalamnya dan kemudian mengikat ujung tali ke tempat tidur mereka. Saat malam hari, Ba jiao gui akan muncul dan memohon kepada orang-orang itu untuk membebaskannya, dan sebagai imbalannya, ia akan memberikan nomor undian. Jika orang tersebut tidak memenuhi janjinya untuk membebaskan hantu tersebut setelah menang, dia akan bertemu dengan kematian yang mengerikan. Hantu ini sering disamakan dengan Kuntilanak, hantu dalam cerita rakyat Melayu.


2. E gui

 
E gui mengacu pada hantu yang muncul selama Festival Hantu berlangsung di China. E gui diyakini sebagai roh dari orang-orang yang melakukan dosa karena keserakahan mereka ketika masih hidup, dan telah dikutuk untuk menderita kelaparan setelah kematian.

E gui memiliki mulut yang terlalu kecil untuk menelan makanan dan seluruh tubuhnya ditutupi dengan kulit berwarna hijau atau abu-abu, kadang-kadang dengan perut gendut. Hantu ini menderita rasa lapar yang tak akan pernah bisa terpuaskan. Dia menghantui jalanan dan dapur, mencari korban dan makanan yang telah membusuk. E gui yang lapar juga mengonsumsi sesuatu, termasuk kotoran dan daging busuk.


3. Jiangshi

 
Pernah nonton vampir China? Hantu ini biasanya digambarkan sebagai mayat hidup yang dapat bergerak dan menghisap darah manusia. Siapapun yang dihisap darahnya juga akan berubah menjadi vampir.Dalam cerita atau legenda rakyat China, vampir dikenal dengan sebutan jiangshi atau juga dieja chiang-shih. 

Jiangshi biasanya digambarkan sebagai mayat kaku yang mengenakan pakaian resmi dari Dinasti Qing dan bergerak dengan cara melompat dan merentangkan kedua tangan ke depan.Jiangshi akan membunuh makhluk hidup untuk menyerap qi atau "energi kehidupan" yang dalam hal ini berupa darah. Hantu ini biasanya keluar pada malam hari, sedangkan pada siang hari dia akan berbaring di dalam peti mati atau bersembunyi di tempat gelap seperti gua.

Ji Xiaolan, seorang sarjana dari Dinasti Qing, pernah menyebutkan dalam bukunya yang berjudul Yuewei Caotang Biji bahwa penyebab dari mayat hidup dapat diklasifikasikan dalam dua kategori, yakni orang yang baru saja meninggal lalu kembali hidup, atau mayat yang telah terkubur untuk waktu yang lama tetapi tidak membusuk.


4. Gui po

Gui po adalah hantu yang mengambil bentuk dari sosok wanita tua yang ramah. Mereka mungkin adalah roh baik yang dulunya bekerja sebagai pembantu di sebuah keluarga kaya. Dan kemudian mereka kembali untuk membantu tuan mereka dengan mengerjakan urusan rumah tangga atau mengurus anak-anak dan bayi.


5. Heibai Wuchang

Dalam beberapa cerita, Heibai Wuchang konon sering muncul selama Festival Hantu berlangsung dan siapapun yang membuat pahala yang baik akan diberikan keping emas oleh mereka. Ada beberapa patung Heibai Wuchang yang ditaruh di beberapa kuil di China, di mana mereka disembah, dan biasanya digambarkan dengan seringaian ganas di wajah mereka dan lidah merah yang panjang mencuat keluar dari mulut untuk menakut-nakuti roh-roh jahat.


6. Niu tou ma mian


Niu tou ma mian adalah hantu penjaga akhirat. Mereka memiliki kepala lembu dan kuda, tetapi bertubuh pria. Seperti Heibai Wuchang, mereka bertugas mengawal roh-roh orang mati ke akhirat. Niu tou ma mian biasanya digambarkan sebagai roh yang dipersenjatai dengan garpu rumput dan membawa rantai logam untuk mengikat para roh.


7. Nu gui

Nu gui adalah hantu wanita pendendam dengan rambut panjang di balut gaun putih. Dalam cerita rakyat China, hantu ini digambarkan sebagai roh seorang wanita yang bunuh diri sambil mengenakan gaun merah. Biasanya, ia mengalami kasus ketidakadilan ketika masih hidup, seperti dilecehkan secara seksual atau dirampok. Nu gui pun kembali untuk membalaskan dendamnya pada orang-orang yang menyakitinya semasa hidup.

Saturday, October 26, 2013

Kisah Penyiksaan Yang Menggemparkan Dunia

hampir secara universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Kisah kisah penyiksaan berikut adalah kasus yang menyita perhatian dunia karena perbuatan yang terlampau keji diterima seorang manusia. Sahabat anehdidunia.com berikut kisah penganiayaan yang menggemparkan Dunia.

Arie Hanggara


Pada November 1984 Publik Tanah Air pernah di gemparkan oleh cerita pilu seorang Anak berusia 8 Tahun bernama Arie Hanggara yang tewas setelah sekian lama dianiaya orang tuanya, Machtino dan Santi. Kisah Arie Hanggara sangat menyedot perhatian publik kala itu, masyarakat menjadi sangat geram dan berita-beritanya menjadi Headline pada Surat Kabar pada waktu itu Wajar kemudian ketika difilmkan, Arie Hanggara menjadi film juara satu untuk penonton terbanyak. Menurut data Perfin pada 1986, penonton Arie Hanggara sekira 382.708.

Film ini menceritakan tentang kisah nyata setelah warga Jakarta dihebohkan kasus meninggalnya seorang bocah 8 tahun bernama Arie Hanggara akibat
penyiksaan orang tuanya. Media massa meliput penuh gempita kabar ini. Film ini berkisah tentang seorang penganggur kelas berat bernama Tino Ridwan (Deddy Mizwar). Sifatnya yang pemalas, tukang janji kelas kakap, dan pembuat anak yang kuat menyebabkan saudara dari pihak istrinya menggunjinginya sebagai pejantan yang hanya kuat membuat anak.

Karena tak punya kerjaan dan disertai dengan harga diri yang tinggi, sementara Jakarta meminta terlalu banyak, bersiteganglah si Tino dengan istrinya. Sang istri kembali ke Depok dan Tino menitipkan anak-anaknya ke rumah neneknya untuk kemudian diambil lagi sewaktu dia sudah hidup bersama dengan pacarnya, Santi (Joice Erna) secara kumpul kebo. Di rumah kontrakan kecil ini hiduplah lima orang manusia. Tino dan Santi serta tiga anak Tino dari istri pertamanya: Anggi (tertua), Arie, dan Andi (si kecil).

Tino sadar betul dengan profesinya sebagai penganggur. Dia pun sehabis mengantar istri ke kantor, dia melamar kerja di sana dan di sini. Tapi tidak dapat-dapat juga. Teman-teman dihubungi, tapi semuanya menolak. Padahal di rumah rokoknya terus mengebul dan omongannya juga besar.

Santi sudah mulai cerewet, kerja tidak didapatkan juga, anak-anak di rumah kian membandel saja. Oleh karena ini semua Tino selalu menetapkan aturan yang keras kepada anaknya. Apa saja harus diatur. Tapi Arie Hanggara, si anak kedua ini, selalu membandel dengan aturan ini. Wajah Yan Cherry Budiono yang memerankan Arie ini memang wajah memelas. Sosoknya pendiam. Tapi diamnya Arie adalah diam yang meresahkan Tino.

Tino sebetulnya sayang dengan anak ini. Santi demikian juga adanya. Namun Santi mulai cerewet dan menyindir-nyindir Tino atas kenakalan anak-anaknya. Lama-lama dia mulai jengkel, terutama kepada Arie. Mula-mula kalau semuanya berkumpul di meja makan malam hari, Tino sudah memperingati dan memaklumkan aturan supaya jangan nakal dan jangan nakal. Akan tetapi Arie Hanggara tetap membandel dengan aturan itu. Awalnya dipukuli, Arie masih mengaduh, tapi lama-lama anak ini menjadi adiktif dan seperti meminta untuk dihukum. Lantaran takut melanggar, Arie sering berbohong.

Di sekolah, Arie jadi pendiam, asosial, dan jadi senang mengincar dompet teman-temannya. Maka jadi bulan-bulananlah dia. Karena merasa sakit perilaku Arie sudah tak bisa diobati di sekolah SD Negeri, Tino pun berencana membawa si Arie ke pesanntren di Jawa Timur. Tapi sayang sebelum dia dibawa ke pesantren, dia harus melakukan kesalahan lagi. Tapi kali ini kesalahan kakaknya. Tapi Arie mengaku bahwa dialah yang melakukannya. Bahkan dia minta digantung saja atau tangan diikat saja supaya tak nakal lagi. Sementara Arie diikat, dua saudaranya yang lain memberinya makan diam-diam.

Tugas Arie di hari kedua sebelum kematian adalah membersihkan kamar mandi. Tapi Arie malas-malasan. Arie dipanggil. Arie maju ke hadapannya. Bergeraklah tangan si Tino penganggur ini ke pantat. Dihukumlah anak ini berdiri jongkok. Kakak dan adiknya melihat Arie yang terhuyung-huyung ngantuk sambil memeluk lutut di lantai menjalani hukuman yang mestinya tak boleh ditanggungnya. Ia tak boleh makan, adik dan kakaknyalah yang diam-diam memberinya biskuit. Tatkala mereka menawarkan diri memberi Arie minum, Arie menolak. Dan malapetaka itu pun terjadi.

Santi pada malam malapetaka dan besoknya Arie dan Tino akan berangkat ke Jatim itu masih manis menasehati Arie untuk minta maaf saja dengan Tino, ayahnya. Tapi Arie tak melakukannya, malah dibilangnya pada ibu tirinya itu, dia lebih baik dihukum terus saja. Maka menyambarlah tangan Santi yang mendorong Arie ke dinding. Tino berdiri dan menggampar pantat kecil anak malang ini sementara Santi duduk sambil menjahit di ruang makan. Mata Arie yang lebam kebiruan memandang sendu bapaknya. Tak tahan memandang mata anak itu, diambilnya tongkat sapu. Diganyangnya pantat itu dengan pukulan bertalu-talu. Menjeritlah Santi melihat ulah Tino. Anak ini tidak mau lagi menangis. Menatap bapaknya dengan sangat tajam, tapi raut wajah dingin yang mengerikan. Lalu dengan kesal dan kalap satu tamparan keras menghantam pipi kiri Arie dan terjungkallah ia ke lantai. Lalu Tino memberinya air minum. Arie tetap di dekat tembok menjalani hukuman. Mereka sempat pelukan dan suara Tino sudah mengendur. Mungkin capek menghadapi sikap Arie yang dingin, patuh, tapi kepatuhan yang melawan. Dan Arie minta minum lagi. Tapi Tino mengancam, setelah dia diberi minum, tidak boleh lagi minum tanpa seizinnya. Arie pun dengan datar berjanji untuk tak minum lagi.

Mungkin karena jiwa anak ini sudah mau bunuh diri di tangan ayahnya sendiri, dia melanggar lagi sabda si penganggur ini. Dia mengambil air minum, tapi gesekan gelasnya didengar oleh Tino. Tino bangun dan lupa bahwa mereka besok mau ke pesantren. Dia kalap. Arie, anak malang ini, harus menjadi santapan kemarahan jam dua dini hari itu. Sahabat anehdidunia.com tak ada teriakan. Tak ada rintihan. Tak ada apapun keluar dari mulut anak yang sudah mencium bau kematian sejak 6 November ini yang bahkan satu jam sebelum kematiannya dia sudah berpesan kepada dua saudaranya bahwa ia akan pergi dengan sangat jauh. Arie terjatuh di lantai. Paniknya Tino dan Santi subuh itu melihat anak itu dan membawanya ke RS dalam kondisi yang sebetulnya sudah tak bernyawa.

Ada raut sesal berkecamuk di hati Tino. Matanya bersimbah air mata melihat Arie terbujur kaku di atas ranjang roda berkain putih yang ditarik perawat putih-putih menuju dunia putihnya. Tapi apa boleh buat. Arie sudah tiada. Arie, si anak malang yang sudah mencium bau kematiannya itu meninggal di dinding penghukumannya. Lalu koran-koran ibukota terbit sore pun menulis dengan besar di halaman depan kematian tragis bocah malang Arie Hanggara. Arie adalah korban dari perceraian orang tuanya.  

Junko Furuta


November 1988, Publik Jepang Pernah digemparkan dengan kisah Gadis Junko Furuta (18) yang disiksa dan disekap oleh 4 pemuda (Hiroshi Miyano,Yuzuru Ogura, Nobuharu Minato, Yasushi Watanabe) selama 44 hari hingga ahirnya tewas. Sahabat anehdidunia.com kisah ini menjadi sorotan tajam masyarakat Jepang hingga saat ini, bahkan yang membuat geram, salah satu dari ke empat tersangkanya saat ini telah bebas. kisah yang memilukan ini telah di Filmkan 2 kali, dibuat dalam versi komik, dan  Band bernama the Gazette membuat lagu berjudul Taion untuk mengenang gadis tersebut.

Kronologis

Hari 1 (22 November 1988) Terjadinya Penculikan
Dikurung sebagai tahanan rumah, dan dipaksa berpose sebagai pacar salah satu cowok, Diperkosa (lebih dari 400 kali totalnya), Dipaksa menelepon orangtuanya dan mengatakan kalau dia kabur dan situasi aman, Kelaparan dan kekurangan gizi, Diberi makan kecoak dan minum kencing, Dipaksa masturbasi, Dipaksa striptease didepan banyak orang, Dibakar dengan korek api, Memasukan macam-macam (dari yang kecil sampai yang besar yang tidak bisa dibayangkan) ke vagina dan anusnya

Hari 11 (1 Desember 1988)

Menderita luka pukulan keras yang tak terhitung berapa kali, Muka terluka karena jatuh dari tempat tinggi ke permukaan keras, Tangan diikat ke langit langit dan badannya digunakan sebagai samsak hidup sarana untuk ditinju, Hidungnya dipenuhi sangat banyak darah sehingga dia cuma bisa bernafas lewat mulut, Barbell dijatuhkan ke perutnya, Muntah darah ketika minum air (lambungnya tidak bisa menerima air itu), Mencoba kabur dan dihukum dengan sundutan rokok di tangan, Cairan seperti bensin dituang ke telapak kaki, dan betis hingga paha lalu dibakar, Botol dipaksa masuk ke anusnya, sampe masuk, menyebabkan luka.

Hari 20 (10 Desember 1989)

Tidak bisa jalan dengan baik karena luka bakar dikaki, Dipukuli dengan tongkat bambu, Petasan dimasukin ke anus, lalu disulut, Tangan di penyet (dipukul supaya gepeng) dengan sesuatu yang berat dan kukunya pecah, Dipukulin dengan tongkat dan bola golf, Memasukan rokok ke dalam vagina, Dipukulin dengan tongkat besi, Saat itu musim dingin bersalju dengan suhu minus dia disuruh tidur di balkon, Tusuk sate dimasukin ke dalam vagina dan anus menyebabkan pendarahan

Hari 30

Cairan lilin panas diteteskan ke mukanya, Lapisan mata dibakar korek api, Dadanya ditusuk-tusuk jarum
Pentil kiri dihancurkan dan dipotong dengan tang, Bola lampu panas dimasukin vagina, Luka berat di vagina karena dimasukin gunting, Tidak bisa kencing dengan normal, Luka sangat parah hingga membutuhkan sejam untuk merangkak turun tangga saja untuk menggunakan kamar mandi, Gendang telinga rusak parah, Ukuran otak menciut teramat sangat banyak

Hari 40

Memohon sama para penyiksa untuk membunuhnya saja dan menyelesaikan penderitaannya.

1 January 1989

Junko tahun baruan sendirian, Tubuhnya dimutilasi, Tidak bisa bangun dari lantai (karena kakinya dimutilasi)

Hari ke 44

Para cowok itu menyiksa badannya yang termutilasi dengan barbell besi, dengan menggunakan alasan kalah main mahyong. Furuta mengalami pendarahan di hidung dan mulut. Mereka menyiram mukanya dan matanya dengan cairan lilin yang dibakar. Lalu cairan korek api dituang ke kaki tangan muka, perut dan dibakar. Penyiksaan akhir ini berlangsung sekitar 2 jam nonstop.

Junko Furuta meninggal pada hari itu juga dalam rasa nyeri sakit dan sendirian. Tidak ada yang bisa mengalahkan 44 hari penderitaan yang sudah dia alami.

Sylvia Likens


Sylvia Likens (3 Januari 1949 - 26 Oktober 1965) adalah seorang gadis warga Amerika bagian Indiana yang menjadi korban penyiksaan sampai mati oleh Ibu Gertrude Baniszewski dan 7 anaknya ( 1.Paula Baniszewski 2.Stephanie Baniszewski 3.John Baniszewski Jr 4.Marie Baniszewski 5.Shirley Baniszewski 6.James Baniszewski 7.Dennis Lee Wright Jr.) tidak hanya keluarga tersebut, anak-anak muda di lingkungan keluarga Gertrude (Ricky Hobbs ,Coy Hubbard dll) juga ikut serta dalam penyiksaan terhadap gadis malang ini.

Orang tua Sylvia adalah pekerja sirkus karnaval sehingga sibuk untuk touring di beberapa kota. akhirnya mereka memutuskan untuk menitipkan Sylvia dan adiknya Jenny di keluarga Gertrude Baniszewski yang kebetulan Gertrude adalah seorang janda yang sedang mencari uang tambahan, dan mereka setuju untuk membayar 20$ per minggu.


Penyiksaan ini dimulai ketika orang tua mereka terlambat mengirimkan cek senilai 20$, dan ibu Gertrude pun kesal yang ahirnya mereka berdua dihukum dengan cara memecut punggung mereka, padahal ke esokan harinya cek itu sudah tiba di tangan ibu Gertrude.


Pada hari-hari berikutnya Sylvia dituduh oleh Paula karena telah mencemarkan nama dia sebagai pelacur di sekolah mereka sehingga membuat ibu gertrude terpancing emosi untuk memukulnya dengan cara membiarkan Paula memukulnya di depan anak-anak Gertrude.


Sebelum Sylvia di bawa ke basement (ruang bawah tanah) tiba-tiba ibu asuh ini sangat emosi melihat Sylvia pulang bersama teman lelakinya . lalu ibu Gertrude menyuruhnya memasukan botol soda ke anusnya dan menyuruh John dan Coy untuk membawanya ke basement hingga ahirnya Sylvia pun pingsan karena dilempar dari lantai atas.


Selama di basement (Agustus-Oktober 1965), gadis malang ini melalui cobaan-cobaan yg sangat tragis dan kejam. anak-anak Gertrude selalu membawa teman-temanya ke basement dan juga menjadi ajang perkumpulan untuk menyiksa Sylvia dengan cara di sundut , di pukul pakai tongkat sapu, di tonjok, di tendang (macem-macem kekerasan deh) alhasil dia menerima sundutan rokok dan luka bakar yg jumlahnya lebih dari 100 selain itu ada lapisan kulit yg banyak terkelupas. tapi cedera yang sangat luar biasa adalah ditemukannya kata-kata dalam huruf balok yang telah dibakar (jarum panas) secara langsung ke perutnya "IM A PROSTITUTE AND PROUD OF IT!" yang dilakukan oleh ibu Gertrude dan diteruskan oleh Ricky Hobbs


Ketika Stephanie Hobbs Baniszewski menyadari bahwa Sylvia tidak bernapas, Stephanie berusaha untuk memberikan Sylvia resusitasi (pernafasan dari mulut ke mulut), sebelum menyadari ternyata semua itu sia-sia.


referensi:http://id.wikipedia.org/wiki/Siksaan/http://nenghepi.blogspot.com/2012/08/junko-furuta-disiksa-44-hari.html/http://pikuk-hiruk.blogspot.com/2012/01/3-penganiayaan-anak-tersadis-yang.html

Kisah Pencuri Motor Yang Kehilangan Motor Curiannya

Kisah Pencuri Motor Yang Kehilangan Motor Curiannya - Bobi Dani Hermawan, remaja pengangguran warga Kampung Maja Tengah, Kecamatan Majasari, Pandeglang, Banten ini nekat mencuri sepeda motor. Bobi sudah lama ingin punya kendaraan roda dua tetapi orangtuanya tidak bisa membelikannya.

"Saya sudah lama ingin punya sepeda motor tapi karena orangtua tidak punya uang tidak dapat membelikannya dan saya sendiri tak punya pekerjaan," kata Bobi dalam pengakuan yang disampaikan pada persidangan di Pengadilan Negeri Pandeglang, seperti dikutip dari Antara, Rabu (25/9).

Namun belum lama menikmati sepeda motor curiannya itu, pria yang hanya sempat mengenyam pendidikan sampai kelas IV sekolah dasar itu ditangkap petugas dari kepolisian dan akhirnya duduk sebagai pesakitan di Pengadilan Negeri Pandeglang. Di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Pandeglang yang diketuai Erwin, Bobi mengakui semua perbuatannya tersebut, dan menyatakan sangat menyesalinya.

Terdakwa juga menjelaskan secara gamblang pencurian sepeda motor milik Rino, warga Kampung Pamagersari, Kecamatan Pandeglang itu dilakukannya pada Minggu, 12 Mei 2013 sekitar pukul 04.00 WIB bersama salah seorang rekannya bernama Irfan (berkas terpisah).

"Pada hari Sabtu, 11 Mei 2013 sekitar jam 21.00 WIB saya dan Irfan mengintai rumah korban dengan naik sepeda motor yang dikendarai Irfan, dan kemudian pulang. Selanjutnya pada Minggu jam 04.00 WIB kembali ke rumah itu untuk mencuri sepeda motor," katanya.

Terdakwa mengaku mencuri sepeda motor tersebut dengan menggunakan kunci duplikat yang telah dipersiapkan sebelumnya.

"Saya sendiri yang mengambil sepeda motor tersebut, sedangkan Irfan bertugas mengawasi sekeliling," katanya.

Setelah sepeda motor berhasil dihidupkan dengan menggunakan kunci duplikat, langsung di bawa lari ke Labuan. Namun kendaraan roda dua hasil curian tersebut kembali ada yang mencuri dari Bobi.



"Sesampainya di Labuan saya menginap di rumah salah seorang teman, dan sepeda motor itu ditaruh di depan rumah. Paginya motor itu sudah tidak ada," katanya.

Atas perbuatan yang dilakukannya itu, Bobi dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP Oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Septina. [hhw]

[ source ]